Inilah Kronologis Kerusuhan di LP Kerobokan Bali
Quote:
| DENPASAR - Aksi anarkisme napi yang berujung perusakan dan bentrok dengan petugas di Lapas Kerobokan, Bali, dilatarbelakangi penolakan mereka atas razia narkoba yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN). Pada Sabtu dinihari (25/6/2011), mereka menolak keluar sel saat hendak disweeping petugas. Akhirnya terjadi keributan yang kemudian meluas menjadi kerusuhan. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Denpasar, Siswanto menuturkan kejadian berawal dari razia petugas sekira pukul 01.00 Wita. "Karena razia di dalam Lapas saya ikut masuk bersama petugas BNN," kata Siswanto dihubungi okezone, Sabtu (25/6/2010). Dibantu para sipir, petugas langsung menyisir satu persatu blok sel yang dihuni warga binaan itu. Targetnya, mencari Hariadi, mantan anggota Densus 88 yang dipecat karena kasus narkoba. Petugas mendapat informasi jika Hariadi terlibat jaringan peredaran narkoba, dari pengembangan kasus pengedar yang tertangkap di Jakarta. Hariadi sebelumnya telah ditangkap petugas Ditnarkoba Polda Bali karena kasus sabu. Kabar penangkapan Hariadi kian memicu kemarahan napi sehingga mereka berusaha menjebol dinding penjara. Beberapa dinding sel penjara di blok H dan C berhasil dijebol. Begitu bisa keluar sel, para napi langsung melempari petugas dengan batu dan benda benda lainnya. Mereka juga melempari beberapa bangunan seperti kantin, tempat ibadah dan ruangan Kalapas sehingga kacanya pecah berantakan. Kalapas siswanto juga terkena lemparan batu, demikian pula tangan kananya ikut terluka akibat serangan napi yang mengamuk. Selain merusak beberapa bangunan mereka juga terus melempari petugas. Hingga siang tadi masih tampak batu sisa sisa pelemparan maupun pecahan kaca di sekitar dalam bahkan hingga ke luar Lapas. Aksi anarkis itu berhasil diredam sekira pukul 03.00 Wita, setelah petugas kepolisian ikut turun ke lokasi. Situasi benar benar baru bisa dikendalikan sekira pukul 05.00 Wita. Belakangan diperoleh kabar jika Hariadi telah berhasil diamankan petugas untuk penanganan lebih lanjut. |
Quote:
| DENPASAR - Badan Narkotika Nasional (BNN) diminta bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas bangunan Lapas Kerobokan, Bali, akibat kerusuhan yang terjadi kemarin. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali Taswem Tareb, menegaskan insiden yang terjadi dalam lapas tersebut memang di luar kendali petugas. Hanya saja, tidak dipungkiri amuk massa itu tak bisa dilepaskan dari kehadiran petugas BNN, sehingga secara moral dan material mereka harus turut bertanggungjawab dengan mengganti kerugian. .... (lam) |
Quote:
| JAKARTA - Direktur Pemberantasan Narkotika Alami Badan Narkotika Nasional (BNN) Benny Mammoto, mengatakan pihaknya akan menindak tegas oknum petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Bali, yang diduga terlibat melakukan persekongkolan peredaran narkoba dengan penghuni lapas. Sebab Benny sendiri meyakini adanya keterlibatan oknum petugas lapas tersebut. "Jadi keterlibatan oknum dalam, ada," ungkap ujar Benny kepada wartawan usai Peringatan Hari Narkotika Internasional (HANI) di Silang Monas, Jakarta, Minggu (26/6/2011). Kata Benny, bebasnya para penghuni lapas menggelar pesta sabu-sabu di sel, tidak luput dari keterkaitan oknum penjaga lapas. Saat penggeledahan, lanjutnya, sempat terjadi pengkeroyokan terhadap petugas BNN. "Buktinya bisa pesta. Jadi ini memang dari oknum lapas sendiri yang mengahalang-halangi penyidikan," kata dia. Kata Benny, pihak petugas maupun narapidana yang menghalang-halangi penyidikan akan dikenakan sanksi dengan hukuman pidana maksimal tujuh tahun penjara. .. BNN saat ini sedang menunggu situasi tenang dalam melanjutkan penyelidikan tentang dugaan adanya keterkaitan para petugas dan napi lainnya. Bagi Benny, dalam pengembangan nanti pihaknya belum mau menjelaskan tentang cara penyelidikannya. "Caranya nanti bagaimana, ya pasti ada. Tapi penyidikan dan penegakan hukum jalan terus," tuturnya. Menurut Benny, dalam pengembangan selanjutnya petugas BNN telah memiliki banyak bukti yang akan ditagih kepada Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP). "Semua barang bukti seperti ponsel dan lain-lain ada di dalam, tinggal lagi nagih ke KPLP," kata dia. (lam) |
Quote:
| DENPASAR - Aksi perusakan dan penyerangan puluhan narapidana Lapas Kerobokan, Bali dilatarbelakangi solidaritas tingi diantara mereka setelah melihat petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) hendak melakukan sweeping narkoba dan menangkap seorang napi. Saat membeberkan kronologis aksi brutal napi di penjara terbesar di Bali itu, Kepala Lapas Kelas II A Denpasar, (Lapas Kerobokan), Siswanto menegaskan, kerusuhan yang terjadi karena rasa solidaritas sesama napi. "Ya mereka bersatu mungkin karena solidaritasnya sesama napi sudah terjalin cukup lama, terlebih setelah ada napi yang ditangkap, mereka marah dengan merusak berbagai fasilitas di Lapas," kata Siswanto saat jumpa pers di kantornya, Sabtu (25/6/2011) petang. ....... Awalnya, BNN melayangkan surat bernomor SP.KAP/qk/SPK/VI/2011, kepada Kalapas Kerobokan yang isinya tentang penangkapan napi Riyadi yang mantan anggota Densus 88 Polda Bali, karena diduga merupakan jaringan pengedar narkoba. Kepada tim BNN yang dipimpin langsung Diputi Pemberantasan Narkoba BNN Brigjend Pol Benny Mamoto, Siswanto sempat menawarkan akan menjemput sendiri napi dimaksud. Namun hal itu ditolak BNN sehingga Siswanto akhirnya mendampingi BNN bersama-sama menuju Wisma Cempaka tempat Riyadi tinggal. Saat sekira 15 petugas BNN yang berpakaian lengkap dengan senjata dan masker, sebagian napi melihat hal itu langsung kaget dan bersikap reakif. Ditambah lagi ada seorang petugas dari BNN yang membawa kamera sempat dikira ada wartawan datang meliput. "Mereka langsung bereaksi, apalagi saat melihat Riyadi dibawa petugas BNN. Mereka marah dan menyerang petugas," kata Taswem. Dalam aksi itu, seorang yang membawa kamera handycam sempat dihajar napi. Mengetahui situasi kian membahayakan, Tim BNN lari menyelamatkan diri bersama Riyanto yang tercatat pernah dinas di Polres Bandung ini. Melihat situasi mencekam, Siswanto sempat mencoba menenangkan warga binaannya, namun dia justru menjadi korban. Mantan Kepala Lapas Anak Medan ini yang terus berusaha melerai dan menarik petugas HUmas BNN itu tak luput dari sasaran kekesalan napi, sehingga terluka pada bagian kepala dan tangan kananya. Keributan itu akhirnya menyulut emosi warga binaan di wisma lainnya sehingga mereka terprovokasi melakukan aksi anarkis merusak sejumlah fasilitas seperti kantin, tempat ibadah dan ruang Kalapas. Beruntung setelah Siswanto berhasil menyelamatkan diri dari amukan massa dan meminta bantuan kepolisian akhirnya yang akhirnya datang mengendalikan situasi hingga pukul 03.00 WITA. (put) (hri) |
Quote:
| Rumah ane deket sana gan kalo boleh cerita LP kerobokan itu sering ada masalah.. terutama masalah narkoba. kalo cuma rusuh namanya LP dimana2 pasti pernah. LP kerobokan dulu temboknya pernah jebol dan banyak napi yg berhasil kabur. lewat sawah2 sepanjang jalan mertanadi sana. mana ane masi SD gan wkt itu. polisi rame lewat belakang rumah yg masih sawah2..kalo ga salah itu dalem LPnya juga dibakar wkt itu. narkoba di LP kerobokan mah banyak napinya mulai bali nine, corby, yang cukup parah menurut saya itu ishak tayeb, beliau sempet bisa bikin usaha furniture dari dalam LP dengan showroom diluar LP dan dia sebagai pengelola. dan dia tetep bisa keluar masuk LP dengan bebas. rumahnya juga deket2 situ. kawasan jalan mertanadi. jadi kalo mw pulang ya gampang bgt. dulu di rumahnya jadi pabrik ekstasy. kalo ga salah anak laki2nya juga ketangkep karna narkoba. kalo mau nindak si bagusnya pemendekan birokrasi sama regenerasi aparat dalamnya. mereka uda terbiasa nerima ++ dari napi ya walau dapet kalapas seperti apapun tetep aja bobrok. |
jamal 30 Jun, 2011
--
Source: http://bikinkaget.blogspot.com/2011/06/seputar-kerusuhan-di-lp-kerobokan-bali_30.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com